Inilah Enam Hal Menarik Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Ilija Spasojevic

Pemain Bola  Ilija Spasojevic

Setelah berkali-kali melakukan seleksi kepada striker asing, Persib Bandung akhirnya resmi mendaratkan Ilija Spasojevic untuk meningkatkan daya gedor mereka di kompetisi musim ini.

Spasogol, sebagaimana Spasojevic dijuluki, mengalahkan 15 nama yang telah dipantau pelatih Djadjang Nurdjaman sejak awal tahun 2015. Perekrutan Spaso sendiri memanfaatkan kondisi Pelita Bandung Raya - yang telah lebih dulu merekrutnya - yang tengah dibelit krisis finansial serta menunggak gaji selagi tiga bulan.

Ekspektasi besar pasti dilambungkan para suporter tim kampiun Indonesia Super League 2014. Berbagai fakta luar biasa dari pria berpaspor Montenegro ini pun coba dirangkum oleh Goal Indonesia untuk Anda:

PERNAH MEMPERKUAT TIMNAS YUGOSLAVIA & MONTENEGRO
Spaso yang dikenal tajam di depan gawang lawan tercium bakatnya saatnya tetap belia. Ia sempat memperkuat tim nasional Yugoslavia serta Montenegro walau di level junior.

Memulai karier profesional di usia 17 tahun bersama klub Serbia Super League Vojvodina (2004). Pada saat itu, dirinya bermain bersama mantan penggawa Juventus, Milos Krasic. Klub tersebut juga sempat diperkuat Sinisa Mihajlovic.

Pemain yang musim lalu membela Putra Samarinda itu sempat membela Yugoslavia U-17 serta U-19, mencetak sepuluh gol dari 24 penampilan. Tahun 2006-2007, ia masuk skuat Serbia-Montenegro U-21 serta mengemas tiga gol dari tujuh kali tampil. Terakhir, pada tahun 2007-2008, Spaso hanya mencetak sebiji gol dari empat kali tampil bersama Montenegro U-21. 

PERNAH MENCICIPI LIGA CHAMPIONS
Tahun 2007, klub raksasa Georgia Dinamo Tbilisi mempatenkan jasa Spasojevic, klub yang sempat menjuarai Piala UEFA (sekarang Liga Europa) pada musim 1980/81 lumayan dimanjakan dengan pundi-pundi gol Spaso. Yakni 30 gol dari 61 penampilan di Liga Georgia serta Piala Georgia.

Spasogol pun sehingga pria asing pertama yang dapat menjadi top skorer di Georgia serta menolong the Blue-White menjuarai Liga Georgia, Piala Georgia serta Piala Super Georgia.

Bersama Dinamo, ia merajut mimpi untuk tampil di Liga Champions 2008/09, sayang langkah mereka kandas di kualifikasi putaran kedua kontra wakil Yunani, Panathinaikos. Dinamo wajib kalah dengan aggregat 3-0.

BERKARIER DI INDONESIA KARENA IPL
Spaso memutuskan untuk membela klub Indonesian Premier League (IPL) pada tahun 2011, Bali De Vata sehingga destinasi pertamanya di tanah air. Tidak perlu waktu lama untuk Spaso sehingga harapan klub asal Pulau Dewata tersebut, ia sanggup mengemas delapan gol di paruh musim IPL 2011 serta luar biasa ketertarikan tidak sedikit klub IPL serta ISL. Akhirnya pada paruh musim Spaso pun hengkang ke PSM Makassar.

DIMINATI OLEH BRESCIA
Klub Serie B Italia, Brescia, berminat memakai jasa dari Spasojevic pada musim 2011. Tetapi PSM yang mempunyai kontrak Spaso menolak tawaran tersebut serta Spaso pun bersi kukuh bersama Juku Eja sampai musim 2013, tampil sebanyak 29 kali serta mengemas 19 gol. Julukan Spasogol pun diserukan oleh suporter dari PSM, yang kala itu cemerlang di tangan Petar Segrt. 

TIGA SAMPAI LIMA GOL DALAM SATU LAGA
Mitra Kutai Kartanegara sah menjadi klub ISL pertama untuk Spaso, ia membela Naga Mekes pada musim 2013 serta kedatangannya itu sebagai rencana cadangan sebab Mitra gagal membujuk Andriy Shevchenko untuk bergabung.

Spaso mempertahankan gelar Spasogol-nya dengan tetap moncer bermain di ISL. Ia mengemas sepuluh gol dari 16 penampilan. Tinta emas pun ia ukir pada 16 September 2013, lima gol sukses ia jaringkan ke gawang PSPS Pekanbaru dalam satu laga. Serta turut menolong Mitra menggapai peringkat paling atas ISL sepanjang sejarah klub, finis di posisi tiga.

Kegemilangannya pun berlanjut saat berseragam Putra Samarinda di ISL 2014. Mengemas sepuluh gol dari 20 penampilan untuk Pesut Mahakam. Namanya pun sempat masuk koran di Montenegro sebab hat-trick ke gawang Perseru Serui, 9 Februari 2014.

MENGUASAI LIMA BAHASA
Kerasan di Indonesia, Spaso pun akhirnya menikah dengan wanita Indonesia serta telah dikaruniai seorang anak pada 2014 lalu. Ia dikenal sebagai pemain yang cerdas serta lumayan berwibawa, dapat menguasai lima bahasa yakni Inggris, Indonesia, Spanyol, Serbia serta Rusia.