Menanti Kejayaan Ducati di MotoGP 2015

Foto Moto gp ducati


Apa yang ada di pikiran Kamu apabila mendengar kata Ducati? Tentunya Kamu bakal berpikir mengenai motor sport yang mewah serta punya kecepatan luar biasa.

Namun, pikiran Kamu tak bakal tercermin dengan prestasi Ducati di ajang balap motor MotoGP. Di seri balap motor yang diklaim paling kompetitif di dunia itu, Ducati tak sempat meraih kemenangan sejak 17 Oktober 2010.

Pebalap terbaru yang berhasil meraih kemenangan untuk Ducati merupakan Casey Stoner (GP Australia), yang ironisnya telah pensiun dari ajang MotoGP.

Stoner juga menjadi juara dunia MotoGP pertama serta terbaru yang menunggangi motor Ducati, yakni pada 2007. Bahkan seorang Valentino Rossi pun tak sanggup membawa Ducati dari keterpurukan.

Dua musim memperkuat Ducati (2011-2012), prestasi paling baik Rossi merupakan dua kali meraih podium kedua di seri Perancis serta San Marino pada musim 2012.

Namun, sepertinya musim ini situasinya bakal tak sama untuk Ducati. Tim asal Italia itu diprediksi dapat mengganggu dominasi Honda serta Yamaha di MotoGP 2015.

Desmosedici GP15

Ducati menjadi kejutan di tes pramusim MotoGP 2015 berkah penampilan motor anyar, Desmosedici GP15. Seusai tampil cepat di tes Sepang, GP15 yang ditunggangi duo Ducati, Andrea Dovizioso serta Andrea Iannone, berhasil mendominasi di tes Losail.

Ducati menantikan sampai tes Sepang kedua untuk memakai GP15. Kesabaran itu membuahkan hasil positif di tes Losail.

GP15 merupakan motor Desmosedici pertama yang dengan cara penuh ditangani manajer umum Luigi Dall'Igna sejak direkrut Ducati dari Aprilia pada akhir 2013.

Dall'Igna mengatakan, GP15 merupakan motor tersempurna Ducati untuk MotoGP, sejak Desmosedici yang membawa Stoner menjadi juara dunia pada 2007.

Dall'Igna berhasil merubah pola kerja Ducati dalam membangun motor. Sebelumnya, pola Ducati membangun Desmosedici merupakan desainer sasis wajib mengikuti bola desainer mesin. Itu sebabnya GP15 terkesan lebih ramping ketimbang Desmosedici sebelumnya.

Pria asal Italia itu juga merubah sejumlah sistem yang sebelumnya menjadi harapan Ducati, semacam mengganti mesin V 90 derajat. Namun, Dall'Igna masih berpendapat Desmosedici merupakan Ducati.

"Kami mengambil ide dari orang-orang Ducati serta teknologinya juga. Jadi, saya pikir ini Ducati yang tepat. Kita punya susunan mesin semacam musim lalu serta punya sistem valve yang sama, sehingga GP15 merupakan Ducati sesungguhnya," ujar Dall'Igna terhadap Crash.net.

Diuntungkan Regulasi

Keputusan Ducati masuk Kelas Terbuka musim lalu juga menjadi kunci berhasil tim yang bermarkas di Bologna, Italia, itu dalam membangun GP15. Dengan begitu, Ducati punya peluang untuk mengembangkan Desmosedici.

Tanpa masuk Kelas Terbuka musim lalu, Dall'Igna yakin Ducati bakal perlu waktu lebih dari tiga tahun untuk mencapai titik pengembangan GP15 semacam saat ini.

Musim ini, Ducati juga mendapat sejumlah keuntungan walau membalap sebagai tim kelas pabrikan. Faktor itu disebabkan Ducati tak sempat meraih kemenangan di MotoGP sejak 2013.

Ducati bersama dua tim lainnya, Aprilia serta Suzuki, dapat membalap dengan empat liter bahan bakar lebih tak sedikit dari tim kelas pabrikan lainnya semacam Honda serta Yamaha (20 liter).

Ketiga tim tersebut juga mendapat jumlah persediaan ban belakang lunak lebih banyak, persediaan mesin lebih banyak, serta dapat mengembangkan mesin sepanjang musim.

Ducati bakal kehilangan jatah dua liter setiap balapan, menjadi 22 liter, apabila meraih kemenangan di balapan kering alias meraih dua kali podium alias lebih musim ini.  Namun, kondisi itu tak membikin Dall'Igna khawatir. Dall'Igna mengaku Ducati hanya menghabiskan 22 liter setiap balapan sepanjang musim lalu.

Ducati kemudian bakal kehilangan jatah ban belakang lunak apabila meraih tiga kemenangan di trek kering musim ini.

"Tiga kemenangan di trek kering? Saya pikir peraturan ini sangat tak adil. Sebab Ducati sekarang telah sangat cepat. Sehingga saya tak mengerti kenapa mereka mendapat keuntungan ini," ujar pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Menariknya, walau diprediksi dapat meraih tak sedikit sukses, Ducati masih mempunyai sasaran yang minim di MotoGP 2015.

"Target saya setidaknya satu kemenangan. Saya tak tahu kapan kemenangan itu bakal datang, tapi itu sasaran Ducati untuk musim 2015," ujar Dall'Igna.


sumber:cnnindonesia.com